Analisis "Hikayat Bayan Budiman"



1.        Ceritakanlah kembali hikayat yang telah Anda baca dengan bahasa masa kini!
2.        Analisislah unsur- unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa dan unsur ekstrinsik yang meliputi nilai- nilai kehidupan disertai dengan bukti pendukung!
3.        Ubahlah hikayat ke dalam bentuk cerpen sesuai dengan unsur- unsur intrinsiknya!
Jawaban :

1.   Hikayat Bayan Budiman
Dahulu kala, saudagar di negara Ajam yang bernama Khojan Mubarok, sangat kaya, tetapi beliau tidak mempunyai anak. Tak lama setelah beliau berdoa kepada Tuhan, lalu saudagar Mubarok pun mempunyai seorang anak laki- laki dari istrinya yang diberi nama Khojan Maimun.
Setelah Khojan Maimun berusia lima tahun, ayahnya menyerahkan kepada guru-guru untuk mengajarinya mengaji. Saat umurnya lima belas tahun, Khojan Maimun dinikahkan dengan saudagar kaya, sangat cantik, bernama Bibi Zainab.
Beberapa lama saat Khojan Maimun telah mempunyai istri, beliau membeli seekor burung bayan jantan dan dia juga membeli tiung betina, lalu dibawa ke rumah dan ditaruh satu tempat dengan seekor bayan.
Pada suatu hari, Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu Beliau meminta izin kepada istrinya. Sebelum Beliau pergi, beliau berpesan kepada istrinya, jika ada suatu pekerjaan, bermusyawarahlah dengan kedua unggas itu.
Beberapa lama ditinggal oleh suaminya, ada anak dari Raja Ajam yang sedang berkuda, lalu, melihat wajah Bibi Zainab yang sangt cantik. Mereka akan berkencan tetapi melalui seorang perempuan tua. Pada suatu malam, Bibi Zinab pamit kepada burung tiung untuk menemui anak raja itu, tetapi burung tiung mengatakan bahwa perbuatannya telah melanggar aturan Allah SWT.Lalu, Bibi Zainab marah dan dikeluarkan burung tiung itu dari sangkarnya dan burung tiung itu dibunuhnya.
Lalu, Bibi Zainab pun meminta izin kepada burung bayan yang sedang berpura- pura tertidur, bayan pun berpura- pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab yang ingin pergi menemui anak raja itu. Bayan pun berfikir, bila ia menjawab seperti burung tiung maka ia juga akan mati. Setelah ia berfikir, ia berkata, “Aduhai, Siti yang berwajah baik, segeralah pergi menemui anak raja itu. Jika pekerjaan tuan tidak baik (melakukan kejahatan), Insya Allah diatas kepala hamba yang menanggungnya. Baiklah, jika tuan akan pergi, karena tuan sudah di nanti anak raja itu. Apakah yang dicari semua manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan? Tuan seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuan (istri saudagar).
Maka, Bibi Zainab berkenan untuk mendengarkan cerita tersebut.Bayan pun bercerita kepada Bibi Zainab dengan maksud supaya beliau dapat melupakan perempuan itu (seorang perempuan tua).
Setiap malam, Bibi Zainab yang berkeinginan mendapatkan anak raja dan setiap berpamitan dengan bayan, maka bayan memberinya cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung itu bercerita. Akhirnya, Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya pulang dari rantauannya.

2.   Unsur- unsur intrinsik yang terdapat dari hikayat tersebut adalah :
¯  Tema : seorang burung yang memberi nasihat kepada Tuannya untuk menghindari perbuatan tercela.
¯ Alur : Maju
·         Pengenalan : “….Tak lama setelah beliau berdoa kepada Tuhan, lalu saudagar Mubarok pun mempunyai seorang anak laki- laki dari istrinya yang diberi nama Khojan Maimun.
Setelah Khojan Maimun berusia lima tahun, ayahnya menyerahkan kepada guru-guru untuk mengajarinya mengaji hingga umurnya lima belas tahun. Saat umurnya lima belas tahun, Khojan Maimun dinikahkan dengan saudagar kaya, sangat cantik, bernama Bibi Zainab.”
·         Pemunculan Masalah: “….Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua.”
·         Klimaks : “….Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati….”
·         Antiklimaks : “….Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayan pun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu.”
·         Penyelesaian : “….maka di berilah ia cerita- cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.”
¯ Tokoh dan Penokohan :
a.    Khojan Mubarok : sholeh dan kaya. (analitik)
Bukti 1. : “Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan,…”
Bukti 2 : “….maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru…”

b.   Khojan Maimun : berbakti kepada istrinya. (analitik)
Bukti : “….Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya.”

c.    Bibi Zainab : sangat cantik, kaya, dan gegabah.(analitik dan dramatik).
Bukti 1 : “….ia di pinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab.”
Bukti 2 : “….Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT. maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.” (dramatik).

d.   Burung Tiung : pemberi nasihat yang bijaksana. (analitik)
Bukti : “….Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu, maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT.”

e.    Burung Bayan : bijaksana, pemberi pitutur yang baik. (analitik)
Bukti 1 : “….berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayan pun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu….”

Bukti 2 : “….Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan, maka di berilah ia cerita- cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita,…”

¯     Latar atau Setting :
Latar Tempat :
«  Di Negara Ajam : “Sebermula ada saudagar di negara Ajam.”
«  Di rumah : “….lalu di bawanya ke rumah….”
Latar Waktu : -
Latar suasana : Menegangkan
Bukti 1 : “….maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.”
Bukti 2 : “Lalu, Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura-pura tidur, maka bayan pun berpura- pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab pergi mendapatkan anak raja. Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa.”
¯     Sudut Pandang : Orang Ketiga.
Bukti : “Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak.” dan meliputi isi hikayat itu menggunakan sudut pandang orang ketiga.

¯     Amanat : seorang istri haruslah menaati dan berbakti pada suaminya dan jangan gegabah pada saat diberi nasihat ataupun kritikan.
¯     Gaya Bahasa :mudah dipahami, pengarang cenderung menggunakan bahasa Melayu.

Unsur- Unsur Ekstrinsik yang terdapat dalam hikayat tersebut :
a.    Nilai Agama :
Berbaktilah kepada suami. Ketika suami merantau seorang istri harus menjaga dirinya dari laki- laki lain. Jika seorang istri pergi dengan laki- laki lain tanpa izin dari suaminya, maka dia harus insaf.
Bukti 1 : “…hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.”
Bukti 2 : “….maka bernasehatkah di tentang perbuatanya yang melanggar aturan Allah SWT.”

b.   Nilai Pendidikan : Nasihat yang diberikan sedikit- demi sedikit dapat meluluhkan hati yang ambisius (Bibi Zinab yang sangat ingin mendapatkan anak Raja itu).
Bukti 1 : “….Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayan pun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu….”
Bukti 2 : “…. Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan, maka di berilah ia cerita- cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatanya dan menunggu suaminya Khojan Maimun pulang dari rantauannya.”

c.    Nilai Moral :
Ø  Sikap Sholeh yang dimiliki oleh Khojan Maimun dan Ayahnya.
Bukti 1 : “….Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang di beri nama Khojan Maimun.”
Bukti 2 : “….maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun,….”
Ø  Sikap bijaksana yang dimiliki oleh burung tiung.
Bukti 1 : “….berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayan pun berceritalah kepada Bibi Zainab dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu….”

Bukti 2 : “….Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan, maka di berilah ia cerita- cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung tersebut bercerita,…”

Ø  Sikap gegabah Bibi Zainab yang membunuh burung tiung.
Bukti  : “….maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati.”

d.   Nilai Budaya : Sejak beumur lima tahun, Khojan Maimun sudah diajarkan mengaji.
Bukti : “Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru….”



3.   Cerpen “Hikayat Bayan Budiman”
         Pada jaman dahulu, di Negeri Ajam.Tinggallah sepasang saudagar kaya yang bernama Khojan Mubarok beserta istrinya.Akan tetapi, mereka belum dikaruniai seorang anak. Sang istri kerap bersedih akan nasibnya tersebut.
         Cahaya perak rembulan merembes masuk melalui tirai jendela, memperjelas siluet suami istri yang sedang duduk di atas kasur.Sang istri menyandarkan dirinya di dinding.Ditekuk kedua lututnya hingga merapat ke dada.Beliau tak bisa mengelak ketika lapisan sebening kaca terhampar menghalangi bola matanya.
“Pak, kapankah kita dapat mempunyai seorang putra?”, tanya sang istri kepada suaminya.
“Pasti kelak, kita akan dikaruniai seorang anak, Bu. Jika kita mau berdoa kepada Allah. Insya Allah, Allah akan mengabulkan permintaan kita”, hibur Khojan Mubarok kepada istrinya.
         Sang istri hanya mengangguk pelan.Masih ada dua bulir air bening kembali menetes dari kelopak mata indahnya.
“Sudahlah, Bu. Mari kita berdoa kepada- Nya agar kita diberikan petunjuk”, ucap Khojan Mubarok sembari menghapus air mata istrinya dengan menyunggingkan sebaris senyum.
         Lalu, sepasang suami istri tersebut berdoa pada Tuhannya agar diberi kebahagiaan yang mereka idam- idamkan.

***

         Sang istri mengintip keluar jendela, mentari pagi masih asyik terlelap di tempat persembunyiannya.
         Tiba- tiba, sang istri merasakan sesuatu yang aneh di dalam perutnya yang selama ini Beliau tak pernah merasakannya. Mual, ya hanya mual yang dirasakannya saat itu.
“Pak, Tolong! Sakit Pak!”, teriak sang istri.
         Khojan Mubarok tergopoh- gopoh mencari sosok sang istri yang berteriak meminta tolong. Tak lama kemudian, Khojan Mubarok kaget melihat istri yang sedang muntah di belakang rumah.
“Ada apa, Bu? Ibu sakit?”, tanya Khojan Mubarok seraya mendekap istrinya.
“Aku pun tak tahu, Pak. Tiba- tiba perutku terasa mual”, lirihnya.
“Kalau begitu, bapak panggilkan tabib saja ya, Bu. Ibu di rumah saja”, ujar sang suami.
         Dituntunnya sang istri menuju kamar. Setelah itu, Khojan Mubarok pergi mencari tabib yang kediamannya tak jauh dari rumahnya.

***

“Ada kabar baik, Pak. Istri Anda sedang mengandung seorang bayi.”,  kata tabib gembira.
         Binar- binar bahagia tampak jelas di dua pasang bola mata sepasang suami istri itu.
“Alhamdulillah, doa kita didengarkan- Nya, Bu!!”, Khojan Mubarok memeluk istrinya. Keluarlah air mata bahagia dari bola mata Khojan Mubarok.
“Iya, Pak! Alhamdulillah!”, seru sang istri.
***
         Sembilan bulan sepuluh hari istri Khojan Mubarok mengandung bayi yang ada dalam rahim sucinya. Hingga akhirnya, beliau melahirkan seorang bayi laki- laki yang diberi nama Khojan Maimun. Dengan kasih sayang, Khojan Mubarok beserta istrinya membesarkan Khojan Maimun.
         Saat Khojan Maimun berusia lima tahun, ayahnya memintanya untuk belajar mengaji dengan guru- guru. Setelah umur Khojan Maimun mencapai lima belas tahun, ia dinikahkan dengan saudagar kaya dan berwajah ayu bernama Bibi Zainab.
         Beberapa lama sesudah Khojan Maimun mempunyai istri, beliau membeli seekor burung bayan jantan dan dia juga membeli tiung betina, lalu dibawa ke rumah dan ditaruh satu tempat dengan seekor bayan.
         Pada suatu hari, Khojan Maimun tertarik akan pekerjaan perniagaan di laut.
“Bu, sebenarnya bapak ingin merantau.Saat ini, bapak tertarik dengan sebuah pekerjaan”, kata Khojan Maimun menoleh kearah istrinya.
“Bapak hendak merantau kemana, Pak?”, tanya Bibi Zainab.
“Entahlah, Bu. Akan tetapi, bapak tertarik akan perniagaan di laut”, jawab Khojan Maimun kemudian.
         Saat beliau akan berangkat untuk merantau, Khojan Maimun berpesan kepada istrinya, “Jika Ibu mendapatkan suatu pekerjaan atau hendak melakukan sesuatu, bertanyalah dan bermusyawarahlah dengan burung tiung dan burung bayan. Ibu mengerti, kan?”, sang suami menatap Bibi Zainab sendu.
“Ibu mengerti, Pak”, lirih Bibi Zainab.
         Khojan Maimun tersenyum kepada istrinya.
“Bapak berangkat dulu ya, Bu. Doakan bapak, supaya pekerjaan yang bapak dapat kelak halal dan barokah.Assalamualaikum”, sahut Khojan Maimun dan berlalu meninggalkan Bibi Zainab.
***
         Dari kejauhan tampak sosok pria yang sedang berkuda, ternyata dia adalah putra mahkota dari Raja Ajam.Saat beliau sedang berkuda, secara tidak sengaja, beliau melihat wanita yang berparas ayu dan bermata sendu, ialah Bibi Zainab.Sang putra mahkota terlihat tertarik oleh paras ayunya dan mengajaknya berkencan pada suatu malam.Bibi Zainab pun juga ingin menemui anak raja itu.
         Pada suatu malam, Bibi Zainab berpamitan kepada burung tiung untuk menemui sang putra mahkota.
“Jangan, tuan. Perbuatan tuan melanggar aturan Allah SWT!”, cergah burung tiung.
         Bukannya Bibi Zainab menurut oleh apa yang dikatakan oleh burung tiung, tetapi beliau justru marah terhadap jawaban yang diberikan burung tiung. Lalu, Bibi Zainab marah dan dikeluarkan burung tiung itu dari sangkarnya dan burung tiung itu dibunuhnya.
         Lalu, Bibi Zainab pun meminta izin kepada burung bayan yang sedang berpura- pura tertidur, bayan pun berpura- pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi Zainab yang ingin pergi menemui anak raja itu. Bayan pun berfikir, bila ia menjawab seperti burung tiung maka ia juga akan mati.
Setelah ia berfikir, ia berkata, “Aduhai, Siti yang berwajah baik, segeralah pergi menemui anak raja itu. Jika pekerjaan tuan tidak baik (melakukan kejahatan), Insya Allah diatas kepala hamba yang menanggungnya. Baiklah, jika tuan akan pergi, karena tuan sudah di nanti anak raja itu. Apakah yang dicari semua manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan? Tuan seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuan (istri saudagar),”
         Maka, Bibi Zainab berkenan untuk mendengarkan cerita tersebut.Bayan pun bercerita kepada Bibi Zainab dengan maksud supaya beliau dapat melupakan perempuan itu (seorang perempuan tua).
         Setiap malam, Bibi Zainab yang berkeinginan mendapatkan anak raja dan setiap berpamitan dengan bayan, maka bayan memberinya cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam burung itu bercerita. Akhirnya, Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya pulang dari rantauannya.
        





                               

45 komentar:

  1. gan kalau majasnya gimana yah.. mohon jawabanya...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. majasnya ada personifikasi dan majas asosiasi atau perumpamaan

      Hapus
  2. Majas yang saya gunakan dalam cerpen ini mayoritas menggunakan majas personifikasi, mengumpamakan benda mati yang seolah-olah dapat berperilaku atau bersikap seperti manusia. Contoh pada paragraf kedua yang berbunyi,
    ".... Cahaya perak rembulan merembes masuk melalui tirai jendela, ....". Itu majasnya mas..

    BalasHapus
  3. Terimah Kasih Ya Blog Ini sangat Bermanfaat Makasih lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  4. Kak ini berguna bangett hhe, thanks kak

    BalasHapus
  5. Ini yang saya cari 😁 soalnya ga mudeng sama teksnya yang bahasa melayu 😓
    .
    .
    #sipp 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar kok, bahasa Melayu terkadang sulit dipahami. Maka dari itu, saya merepresentasikan dengan bahasa yang sekiranya mudah dipahami pembaca. :)
      Oke, selamat belajar. :)

      Hapus
  6. Kalau penggunaan majas yang sama dalam hikayat bahan Budiman dan tukang pijat keliling gimana?

    BalasHapus
  7. Makasis ya kak tugas B.Indo selesaiiii jajajajaja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. :)
      Jangan lupa cantumkan sumber blognya ya. :)

      Hapus
  8. kalau karacteristiknya gimana ya kak?
    btw, blognya bagus.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau karakteristik (ciri khas)dari hikayat adalah menggunakan bahasa Melayu, sulit dipahami, ceritanya sering berpusat pada istana (istana centris), pralogis (memiliki logika tersendiri). :)
      Terima kasih, semoga bermanfaat. Maaf ya kalau sedikit berantakan. Itu hasil analisis saya waktu SMA. hehe..

      Hapus
  9. Kak Kalo nilai sosialnya gimana

    BalasHapus
  10. kak kalo nilai sossialnya gimana

    BalasHapus
  11. Nilai sosial yang terdapat dalam hikayat ini dibuktikan dengan burung bayan yang dengan senang hati berbagi cerita kepada Bibi Zainab. Padahal sejatinya, burung bayan mencoba menjauhkannya dari laki-laki yang bukan suaminya. Atau dapat juga dikatakan bahwa burung bayan ingin menolong Bibi Zainab agar tetap menjaga kepercayaan dari suaminya.

    BalasHapus
  12. Kakk mau nanya kalo perubahan makna katanyaa itu pake apa kak?hehe

    BalasHapus
  13. kak mo tanya teks "Bayan Budiman punya ku ko beda ya am punya kaka,teks punya ceritanya gini " Maka kata Bayan, sekali perisristiwa adalah seorang raja di benua Tabaristan namanya..."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkadang hikayat memang memiliki beberapa versi dik 😊

      Hapus
  14. Ka mo nanya teks hikayat bayan budiman punya gw am punya kaka ko beda ya teks punya gw gini ceritanya " Maka kata bayan sekali peristiwa adalah seorang raja di benua Tabaristan namanya..."

    BalasHapus
  15. kak bisa tambahin kemustahilan,kesaktian,anonim,istana sentrisnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemustahilan dan kesaktian : sepasang burung bayan yang dapat berbicara dan bercerita.

      Hikayat di atas itu sudah anonim dik. :) Kebetulan untuk karakteristik istana sentrisnya tidak ada karena dalam cerita di atas menceritakan sebuah rumah tangga.

      Hapus
  16. Bagus banget kak!!oiya, kakak CARAT ya? Saya malah salah fokus sama backsoundnya wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih dik ^^ Lah, kok tahu?Hehehe.. Iya, kakak baru saja bergabung menjadi Carat sejak Boom Boom era. ^^

      Hapus
  17. Kak, kalo unsur kemustahilan, kesaktian, istana sentrisnya gimana?

    BalasHapus
  18. Kak kalo ciri kebahasaannya apa aja

    BalasHapus
  19. Makasih kak tugas BI selesai deh

    BalasHapus
  20. Halo, saya Helena Julio dari Ecuador, saya ingin berbincang dengan baik mengenai Perkhidmatan Pembiayaan Le_Meridian mengenai topik ini. Perkhidmatan Pembiayaan FundingLe_Meridian memberi saya sokongan kewangan ketika semua bank di kota saya menolak permintaan saya untuk memberi saya pinjaman sebesar 500,000.00 USD, Saya cuba semua yang saya dapat untuk mendapatkan pinjaman dari bank saya di sini di Ecuador tetapi mereka semua menolak saya kerana kredit saya rendah tetapi dengan rahmat tuhan saya mengetahui tentang Le_Meridian jadi saya memutuskan untuk mencuba untuk memohon pinjaman. dengan Insyaallah mereka memberi saya pinjaman sebesar 500,000.00 USD permintaan pinjaman yang bank saya di sini di Ecuador telah memalingkan saya kerana, ia benar-benar hebat melakukan perniagaan dengan mereka dan perniagaan saya berjalan lancar sekarang. Berikut ialah Penyertaan E-mel Le_Meridian Pelaburan / WhatsApp Hubungi jika anda ingin memohon pinjaman dari mereka.Email:lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.comWhatsApp Hubungi: + 1-989-394-3740.

    BalasHapus